Sabtu, 17 September 2016

Penjilat Ludah Sendiri

Dulu, aku pernah menuliskan surat perjanjian dengan seseorang
Isinya: Aku berjanji tak akan pernah lagi mencari penuntun nafsu
Dan bila aku melanggar, aku harus membuang ludah dan menjilatnya
Lalu ku tanda tangani lah surat itu

Aku pun tak yakin bisa menaati isi surat itu
Tapi ku pikir, aku sudah muak dengan si penuntun nafsu yang sentuhannya dapat membuat pikiranku pergi ke berbagai tempat
Karena berkali-kali aku dikhianati mereka

Namun, pada akhirnya, aku jumpa dengan makhluk penuntun nafsu yang hebat membuat tulisan seperti ini
Mungkin ia lebih hebat dari ku
Aku pun akhirnya dibudaki pikiran dan menggali segala sesuatu yang dimiliki makhluk penuntun nafsu itu

Tapi, ini agak sedikit berbahaya
Ia ternyata memiliki algojo yang sedang dilatih berperang agar lebih hebat dalam mendampinginya
Namun, aku tak peduli
Aku gali terus segala yang dimilikinya

Aku coba bersua dengannya
Aku coba sentuh jiwanya tanpa harus menyentuh tangannya yang lembut itu
Aku coba mencari tau bagaimana ia bisa menjalani hidup yang penuh dengan kebodohan ini
Aku percaya diri cara ku akan berhasil

Lalu, aku mencoba sedikit lebih nakal
Aku bertanya kepadanya sejauh apa ia menjalani hubungan dengan algojo yang menjaganya itu
Lalu ia pun mengucapkan bahwa ia agak bosan dengan algojo nya itu
Algojo nya ternyata lebih sibuk berlatih daripada mendampinginya
Padahal, ia dilatih agar bisa lebih tangguh mendampinginya

Ku rasa, ini saat nya aku mencari celah sekecil apapun
Tapi, bila aku lanjutkan ini semua, aku telah melanggar surat perjanjian yamg pernah ku buat
Dan bila seseorang yang menjadi saksi dalam pembuatan perjanjian ku ini tahu
Aku harus melakukan hal yang pernah ku tuliskan di perjanjian itu: membuang ludah lalu menjilatnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar