Jumat, 17 November 2017

JIYUU MATSURI, LADANG SENANG-SENANG BAGI PARA PENCINTA JEPANG

Nama : Andrian Risadi
NIM : 2125154732
Kelas : 3 SIS



Jepang adalah salah satu negara Asia terbesar. Pengaruh nya bagi negara-negara lain maupun dunia sangatlah besar. Mulai dari penjualan produk-produk kendaraan, pakaian, alat elektronik dari Jepang tersebar secara masif. Tren dari negeri matahari terbit ini juga cukup mempengaruhi banyak kalangan, terutama kalangan anak muda.
Di Indonesia, tren & unsur-unsur budaya Jepang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kaum muda, terutama musik, permainan virtual dan cerita-cerita fantasi dari Jepang. Jiyuu Matsuri hadir untuk memperkenalkan & mewadahi itu semua.
Tahun ini, Jiyuu Matsuri digelar pada tanggal 11-12 November 2017 di Lapangan UPT UNJ dan beberapa gedung di UNJ. Dengan konsep 'menyatukan budaya Jepang - Indonesia', Jiyuu Matsuri menunjukkannya lewat kedua maskotnya, yaitu Jiyuu-chan, seorang perempuan Jepang dan Kang Mat, lelaki Sunda.
Tahun ini, total pengunjung 'Jimat' sebanyak 15.047 orang/2hari. Jumlah tersebut merupakan jumlah peserta acara terbanyak yang pernah digelar di UNJ selama ini, sehingga Jiyuu Matsuri sering digadang-gadang sebagai "acara terbesar di UNJ".
Di Jiyuu Matsuri, banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan Jepang yang ditampikan. Mulai dari panggung festival yang menampilkan pertunjukan seni & budaya khas Jepang maupun Indonesia, ada juga bazar pernak-pernik ala Jepang dan yang paling menggiurkan adalah di Jiyuu Matsuri juga dijual makanan-makanan khas Jepang, mulai dari sushi, takoyaki, okonomiyaki dan lain-lain.
Selain hal-hal tadi, di Jiyuu Matsuri juga ada lomba-lomba seperti lomba makan makanan khas Jepang, lomba mengenakan pakaian cosplay (tokoh-tokoh kartun Jepang), dan juga ada seminar yang memperkenalkan budaya Jepang.
Salah satu panitia yang saya wawancarai, yaitu Novia Kusuma Pertiwi, menuturkan bahwa acara 'Jimat' tahun ini cukup banyak hal-hal yang tak terduga yang terjadi. Mulai dari pengunjung yang sangat membludak hingga hujan yang mengguyur selama acara Jiyuu Matsuri berlangsung. Walaupun begitu, Jiyuu Matsuri tahun ini tergolong 'sangat sukses' karena bisa menarik animo banyak orang yang tertarik akan seni & budaya Jepang, ditambah untuk bisa hadir di acara ini tidak dipungut biaya apapun (kecuali untuk seminar, lomba dan masuk ke ruangan penuh hantu atau Obake), jadi, sangat sayang bila tidak hadir ke acara 'Jejepangan' yang meriah dan gratis ini.
Selama 9 tahun 'Jimat' digelar, panitia acara tersebut selalu mencoba mempersembahkan & melakukan yang terbaik bagi para pengunjung, sehingga banyak yang menganggap bahwa panitia Jimat terkenal akan keramahan & kesabarannya, itu diungkapkan  oleh pengunjung yang rata-rata juga sering datang ke festival Jepang lainnya.
Jadi, bagi kalian yang sangat suka akan hal-hal yang berbau Jepang namun tidak ingin merogoh kocek dalam-dalam, silakan datang tahun depan di Jiyuu Matsuri selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar